Artikel Gratis Buat Kamu

Puisi yang di ubah Menjadi Teks Anekdot


Artikel Terkait dengan Puisi yang di ubah Menjadi Teks Anekdot

Puisi Yang mengandung Teks Anekdot
Isi teks anekdot adalah lucu ataupun menyindir. Tujuan dari Anekdot adalah membangkitkan tawa atau sebagai suatu hiburan kepada parapembaca. Tidak itu saja, Tujuannya juga mengungkapkan  suatu fakta.Silahkan baca pengertian Teks Anekdot yang sudah dibahas sebelumnya disini Pengertian Teks Anekdot

Contoh dibawah adalah Puisi yang mengandung Teks Anekdot
Puisi dibawah ini termasuk puisi anekdot karena berisi sindiran pada rezim atau penguasa pada tahun 1970-an yang serakah dan rakus

1970-AN
Lapar aku, aku lapar. Kumakan buah segala buah
Segala padi segala ubi
Kumakan sayur segala sayur. Segala daun segala rumput
Kumakan ikan., Ketam. Udang. Kerang
Kumakan kuda
Ayam. Sapi. Kambing. Babi. Tikus. Bekicot
Aku lapar. Lapar lagi ! Kumakan angin
Kumakan mimpi
Kumakan pil
Kumakan kuman
Kumakan tanah
Kumakan laut
Kumakan mesiu
Kumakan bom
Kumakan bulan
Dan bintang dan matahari ! kumakan mimpimu
Rencanamu
Tangamnu. Kakimu
Kepalamu
Astaga. Kumakan tanganku
Dan kakiku. Dan kepalaku
Dan hah, kumakan kamu!
(Oleh Abrar Yusa)

Puisi dibawah ini termasuk anekdot karena berisi sindiran pada orang yang sering munafik ketika berbicara di depan umum.

MIKROFON

Aku lihat diriku berubah di depan mikrofon
Kukira aku bisa jadi merak yang sanggup mengibarkan empat warna bulu
Kiranya aku Cuma tokek dengan vocal yang bikin orang kesal

Aku lihat diriku berubah di depan mikrofon
Sering kurasakan diriku seperti seekor kadal yang ingin terkenal
Tapi kadang-kadang mirip beo dengan cara berdiri dan bicara yang senantiasa salah tingkah

Aku lihat diriku berubah di depan mikrofon
Di depan orang banyak aku jadi domba kampung yang memperindah bahasa
Atau monyet genit yang lebar hidungnya
Tapi paling sial adalah ketika aku terjemahkan diriku jadi babi yang lupa diri

Di depan mikrofon pada hari Senin aku jadi burung merak, Kamis beo, Jumat domba, Sabtu monyet, danAhad babi
Sepanjang minggu dalam diriku telah kuciptakan sebuah kebun binatang
Aku hanya bertanya pada angin bagaimana cara menghadapi mikrofon ini

(oleh Taufik Ismail)




Description: Puisi yang di ubah Menjadi Teks Anekdot Rating: 5.0 Reviewer: Eri ItemReviewed: Puisi yang di ubah Menjadi Teks Anekdot


Artikel yang mirip:



Gali lebih banyak tentang Puisi yang di ubah Menjadi Teks Anekdot
0 Komentar untuk "Puisi yang di ubah Menjadi Teks Anekdot"
Back To Top